Saka Bhayangkara

Tugas & Tanggung Jawab Dalam Saka Bhayangkara

HAI…Kembali lagi dengan Kanal Pramuka. Disini anda bisa menemukan apapun tentang kepramukaan.

Seperti yang dibahas sebelumnya, peran yang didasarkan dari segi kepemimpinan adalah Pimpinan, Instruktur, Dewan Saka maupun Dewan Kehormatan Saka, dan Pamong. Nah, kali ini penulis akan menjelaskan mengenai tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan setiap perannya. Yuk, kita simak bersama apa saja yang menjadi tugas dan tanggung jawab mereka?

Pemimpin Krida

Menurut buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara“,¬†Pemimpin Krida mempunyai tugas dan tanggung jawab:

  1. Memimpin Kridanya dalam semua kegiatan;
  2. Mewakili Kridanya dalam pertemuan Dewan Saka Bhayangkara;
  3. Bekerjasama dan membagi tugas dengan Wakil Pemimpin Kridanya untuk mewujudkan kekompakan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggotanya dalam bidang Kebhayangkaraan;
  4. Bekerjasama dengan para Pemimpin Krida lainnya dalam upaya memelihara keutuhan dan kesatuan anggota sakanya.
Oh ya, apakah anda sudah tahu apa itu Krida?

Sudah sering Kanal Pramuka menyebut istilah-istilah penting dalam Saka Bhayangkara. Tetapi penulis menyampaikannya secara terpisah agar kamu lebih rajin dalam pembelajaran Saka Bhayangkara.

Jadi, krida menurut Wikipedia adalah sekumpulan kecil yang terdiri dari 5 orang bahkan lebih untuk bekerja sama mencapai tujuan yang ditetapkan Dewan bahkan anggota itu sendiri. Saat Penerimaan Tamu Ambalan dan Bantara, kamu adalah anggota Sangga. Tetapi, saat sudah memasuki Saka Bhayangkara, kamu adalah anggota dari beberapa Krida.

Mari kita lanjut tugas dan tanggung jawab Dewan Saka Ambalan dan Dewan Kehormatan Saka Bhayangkara.

Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Saka Bhayangkara

Menurut buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara“:

  1. Memimpin dan melaksanakan kegiatan Saka Bhayangkara sehari-hari secara berdaya guna dan tepat guna dengan penuh tanggung jawab, sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan di bawah bimbingan Pamong Saka Bhayangkara.
  2. Melaksanakan administrasi mengenai keanggotaan dan kegiatan Saka Bhayangkara.
  3. Melaksanakan latihan Saka Bhayangkara sesuai dengan ketentuan Saka Bhayangkara.
  4. Menjadi motor penggerak dalam pemikiran, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian kegiatan Saka Bhayangkara.
  5. Melaksanakan pertemuan Dewan Saka Bhayangkara sesuai dengan rencana dan mengadakan evaluasi seperlunya.
  6. Melaksanakan kebijakan Kwartir ranting/cabang dalam bidang Saka Bhayangkara.
  7. Menciptakan pembaharuan dalam bentuk kegiatan menarik di bidang Kebhayangkaraan dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar metodik kepramukaan.
  8. Melakukan konsultasi dengan Pamong Saka Bhayangkara dan Instruktur Saka Bhayangkara.
  9. Memelihara dan meningkatkan hubungan baik dengan:
  • Pamong Saka Bhayangkara;
  • Instruktur Saka Bhayangkara;
  • Mabi Saka Bhayangkara;
  • Dewan Kerja Ranting dan Dewan Kerja Cabang;
  • Pengurus/Andalan Kwartir;
  • Gudep tempat para anggota Saka Bhayangkara bergabung;
  • Saka-saka lain.

10. Dengan bantuan Mabi Saka Bhayangkara dan Pamong Saka Bhayangkara, Dewan Saka Bhayangkara mengusahakan tenaga-tenaga ahli atau tokoh-tokoh masyarakat yang berpengetahuan atau berpengalaman untuk dijadikan Instruktur dalam suatu bidang yang diperlukan.

11. Memberikan laporan berkala tentang pelaksanaan kegiatan Saka Bhayangkara kepada Kwartir melalui Pamong Saka Bhayangkara dan atau Pimpinan Saka Bhayangkara adalah tanggung jawab yang dilakukan oleh Dewan Saka Bhayangkara.

Selanjutnya adalah Pamong Saka Bhayangkara. Perlu diingat, Pamong pun adalah peran yang didasari dengan rasa kepemimpinan. Berikut adalah tugas dan tanggung jawab yang dilakukan oleh Pamong.

Tugas dan Tanggung Jawab Pamong

Menurut buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara“:

  1. Mengelola pembinaan dan pengembangan Saka Bhayangkara;
  2. Menjadi Pembina Saka Bhayangkara dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara;
  3. Mengusahakan Instruktur Saka Bhayangkara, perlengkapan dan keperluan kegiatan Saka Bhayangkara;
  4. Memberi motivasi, mendampingi, membantu dan membangkitkan semangat Dewan Saka Bhayangkara dan Anggota Saka Bhayangkara;
  5. Mendampingi Dewan Saka Bhayangkara dalam menyusun perencanaan, melaksanakan kegiatan dan mengadakan penilaian;
  6. Mengarahkan peserta didik kedalam Krida yang sesuai dengan minat dan kemampuannya;
  7. Mengadakan hubungan, konsultasi dan kerjasama yang baik dengan Pimpinan Saka Bhayangkara, Kwartir, Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara, Gugusdepan dan Saka lainnya serta dengan instansi yang lain;
  8. Mengkoordinasikan Instruktur Saka Bhayangkara dengan Dewan Saka Bhayangkaranya;
  9. Menjadi anggota Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara Tingkat Ranting (Mabi Saka Bhayangkara Ranting);
  10. Merencanakan dan mengupayakan kegiatan Saka Bhayangkara yang dapat menarik dan meningkatkan minat masyarakat di bidang Kebhayangkaraan;
  11. Menerapkan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan serta sistem Among dalam kegiatan pembinaan Saka Bhayangkara;
  12. Melaporkan perkembangan dan kegiatan Saka Bhayangkara kepada Kwartir dan Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara (Mabi Saka Bhayangkara) yang bersangkutan.

Itulah tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh Pamong. Selanjutnya adalah Instruktur. Menurut penulis, Instruktur berjalan dengan jelas sebagai media berbagi perintah yang baik dan benar.

Tugas dan Tanggung Jawab Instruktur

Menurut buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara“:

  1. Bersama dengan Pamong Saka Bhayangkara melaksanakan pembinaan dan pengembangan Saka Bhayangkara;
  2. Melaksanakan pendidikan dan latihan sesuai dengan keahliannya bagi para anggota Saka Bhayangkara;
  3. Memberi pengetahuan, latihan dan keterampilan di bidang Kebhayangkaraan;
  4. Menjadi penguji Syarat Kecakapan Khusus (SKK) bagi anggota Saka Bhayangkara sesuai dengan keahliannya dan melaporkan perkembangannya kepada Pamong Saka Bhayangkara;
  5. Menjadi penasehat bagi Dewan Saka Bhayangkara dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan Saka Bhayangkara;
  6. Memberi motivasi kepada anggota Saka Bhayangkara untuk membina dan mengembangkan bakat, minat dan kegemarannya;
  7. Meningkatkan pengetahuan, kecakapan dan pengalaman melalui berbagai pendidikan;
  8. Mengikuti Orientasi Gerakan Pramuka;
  9. Melaporkan pelaksanaan setiap kegiatan yang menjadi tugasnya kepada Pamong Saka Bhayangkara.

Pada umumnya, Instruktur berperan bukan hanya sebagai pemerintah tugas, melainkan memotivasi perkembangan kepramukaan di dalam Saka Bhayangkara.

Selanjutnya adalah Pimpinan Saka Bhayangkara. Pimpinan dalam Saka Bhayangkara terdiri dari tugas dan tanggung jawab yang sedikit berbeda karena daerah masing-masing Pimpinan. Berbeda daerah? Apakah itu bisa dilakukan?

Tugas dan Tanggung Jawab Pimpinan Saka Berdasarkan Geografis

Berdasarkan buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara” berikut ini adalah penjelasannya yaitu:

Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Nasional

  1. Membantu Kwartir Nasional dalam menentukan kebijakan mengenai pemikiran, perencanaan dan petunjuk teknis tentang kegiatan Saka Bhayangkara;
  2. Menyelenggarakan administrasi kepemimpinan Saka Bhayangkara;
  3. Bersama Andalan Nasional yang terkait Kwartir Nasional Gerakan Pramuka memikirkan, merencanakan, melaksanakan, menilai kegiatan Saka Bhayangkara;
  4. Melaksanakan program kegiatan Saka Bhayangkara yang telah ditentukan oleh Kwartir Nasional atau program yang telah ditentukan Saka Bhayangkaranya;
  5. Membantu Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara Tingkat Nasional untuk mengusahakan dana/anggaran dan saran lainnya guna mendukung kegiatan Saka Bhayangkara;
  6. Membantu Kwartir Nasional melaksanakan pembinaan dan pengembangan Saka Bhayangkara;
  7. Mengadakan hubungan dan kerjasama yang baik dengan instansi atau badan lain di tingkat Pusat yang berkaitan dengan Saka Bhayangkara, melalui Kwartir Nasional;
  8. Mengatur, mengendalikan dan mengkoordinasikan kegiatan Saka Bhayangkara;
  9. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan Kwartir Nasional tentang kegiatan Saka Bhayangkara;
  10. Melaksanakan koordinasi dan bekerja sama antara Pimpinan Saka Tingkat Nasional lain atau disemua jajaran di wilayah kerjanya;
  11. Bersama Andalan Nasional yang terkait atau Pusdiklatnas mengusahakan agar pimpinan, Pamong Saka dan Instruktur Saka dapat mengikuti pendidikan bagi orang dewasa dalam Gerakan Pramuka;
  12. Memberi laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan Saka Bhayangkara kepada Kwartir Nasional Gerakan Pramuka;
  13. Merumuskan kebijakan tentang hal-hal yang berkaitan dengan Saka Bhayangkara;
  14. Mengajukan pendapat, saran dan usulan kepada Kwartir Nasional mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Saka Bhayangkara Tingkat Nasional;
  15. Mengajukan program kerja Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Nasional dan anggaran yang dibutuhkan kepada Kwartir Nasional;
  16. Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Nasional dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Daerah

  1. Membantu Kwartir Daerah dalam menentukan kebijakan mengenai pemikiran, perencanaan dan petunjuk teknis tentang kegiatan Saka Bhayangkara;
  2. Menyelenggarakan administrasi kepemimpinan Saka Bhayangkara;
  3. Bersama Andalan Daerah Urusan Saka Kwartir Daerah Gerakan Pramuka memikirkan, merencanakan, melaksanakan, menilai kegiatan Saka Bhayangkara;
  4. Melaksanakan program kegiatan Saka Bhayangkara yang telah ditentukan oleh Kwartir Daerah atau program yang telah ditentukan Saka Bhayangkaranya;
  5. Membantu Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara Tingkat Daerah untuk mengusahakan dana/anggaran dan saran lainnya guna mendukung kegiatan Saka Bhayangkara;
  6. Membantu Kwartir Daerah melaksanakan pembinaan dan pengembangan Saka Bhayangkara;
  7. Mengadakan hubungan dan kerjasama yang baik dengan instansi atau badan lain di wilayahnya yang berkaitan dengan Saka Bhayangkara, melalui Kwartir Daerah;
  8. Mengatur dan mengkoordinasikan kegiatan Saka Bhayangkara;
  9. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan Kwartir Daerah tentang kegiatan Saka Bhayangkara;
  10. Melaksanakan koordinasi dan bekerja sama antara Pimpinan Saka lain di Daerahnya atau di semua jajaran di wilayah kerjanya;
  11. Bersama Andalan Daerah Urusan Latihan atau Pusdiklatda mengusahakan agar pimpinan, Pamong Saka dan Instruktur Saka dapat mengikuti pendidikan bagi orang dewasa dalam Gerakan Pramuka;
  12. Memberi laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan Saka Bhayangkara kepada Kwartir Daerah Gerakan Pramuka;

Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Cabang

  1. Membantu kwartir cabang dalam menentukan kebijakan mengenai pemikiran, perencanaan dan petunjuk teknis tentang kegiatan Saka Bhayangkara;
  2. Menyelenggarakan administrasi kepemimpinan Saka Bhayangkara;
  3. Bersama Andalan Cabang Urusan Saka memikirkan, merencanakan, melaksanakan, menilai kegiatan Saka Bhayangkara;
  4. Melaksanakan program kegiatan Saka Bhayangkara yang telah ditentukan oleh kwartir cabang atau program yang telah ditentukan Saka Bhayangkaranya;
  5. Membantu Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara Tingkat Cabang untuk mengusahakan dana/anggaran dan saran lainnya guna mendukung kegiatan Saka Bhayangkara;
  6. Membantu kwartir cabang melaksanakan pembinaan dan pengembangan Saka Bhayangkara;
  7. Mengadakan hubungan dan kerjasama yang baik dengan instansi atau badan lain di wilayahnya yang berkaitan dengan Saka Bhayangkara, melalui kwartir cabang;
  8. Mengatur dan mengkoordinasikan kegiatan Saka Bhayangkara;
  9. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan kwartir cabang tentang kegiatan Saka Bhayangkara;
  10. Melaksanakan koordinasi dan bekerja sama antara Pimpinan Saka lain di cabangnya atau di semua jajaran di wilayah kerjanya;
  11. Bersama Andalan Cabang Urusan Latihan atau Pusdiklatcab mengusahakan agar pimpinan, Pamong Saka dan Instruktur Saka dapat mengikuti pendidikan bagi orang dewasa dalam Gerakan Pramuka;
  12. Memberi laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan Saka Bhayangkara kepada kwartir cabang setempat;
  13. Melaksanakan kebijakan Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Daerah; Mengajukan pendapat, saran dan usulan kepada kwartir cabang mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Saka Bhayangkara Tingkat Cabang;
  14. Mengajukan program kerja Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Cabang dan anggaran yang dibutuhkan kepada kwartir cabang;
  15. Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Cabang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kwartir Cabang Gerakan Pramuka.

Cukup sekian yang dapat penulis sampaikan khusus untuk anda. Pada dasarnya peran diatas adalah pemimpin yang harus membawa anggotanya lebih baik dalam “Pertahanan Negara” dengan mengembangkan dan mengimplementasi nilai-nilai Gerakan Pramuka.¬†Salam Pramuka!

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close