Saka Bhayangkara

Musyawarah dan Rapat Saka Bhayangkara

HAI…Kembali lagi dengan Kanal Pramuka. Disini anda bisa menemukan apapun tentang kepramukaan

Musyawarah  adalah hal terpenting yang dilakukan dalam sebuah organisasi dengan membicarakan sebuah hal demi tercapainya suatu tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan rapat adalah sekumpulan orang yang mendiskusikan sebuah tujuan dan bagaimana cara mendapatkannya.

Dalam Saka Bhayangkara pun terdapat musyawarah dan rapat yang harus dilakukan sebelum melakukan kegiatan, bagaimana berjalannya sebuah organisasi, serta tercapainya tujuan yang telah ditetapkan diantara anggotanya. Lalu bagaimana musyawarah dan rapat dalam Saka Bhayangkara? Mari kita simak bersama.

Musyawarah Saka Bhayangkara

Penjelasan yang disampaikan penulis berikut ini menurut buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka

Musyawarah 

  • Musyawarah Saka Bhayangkara merupakan suatu forum atau tempat pertemuan para anggota Saka Bhayangkara, guna membahas perkembangan Saka Bhayangkara dalam periode tertentu dan memilih Dewan Saka Bhayangkara.
  • Hasil Musyawarah Saka Bhayangkara menjadi bahan rujukan bagi Dewan Saka Bhayangkara, Pimpinan Saka Bhayangkara dan Kwartir Cabang dalam merencanakan penyelenggaraan kegiatan Saka Bhayangkara.

Peserta Musyawarah

  • Anggota Saka Bhayangkara;
  • Pemimpin dan Wakil Pemimpin Krida Saka Bhayangkara;
  • Dewan Saka Bhayangkara.

Penasehat Dalam Musyawarah Saka Bhayangkara

  • Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara;
  • Pamong Saka Bhayangkara;
  • Instruktur Saka Bhayangkara.

Bisa disimpulkan bahwa penasehat dalam musyawarah Saka Bhayangkara dilihat dari pimpinannya yang terkait.

Acara Musyawarah Saka Bhayangkara

  • Laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas Dewan Saka Bhayangkara yang lama;
  • Laporan pertanggungjawaban keuangan;
  • Usulan Rencana Kerja masa bakti berikutnya;
  • Pemilihan Dewan Saka Bhayangkara masa bakti berikutnya

Pimpinan Musyawarah Saka Bhayangkara

Sesuai yang tertulis di dalam buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara“, pimpinan dalam musyawarah Saka Bhayangkara dibedakan menjadi dua yaitu pimpinan sementara dan pimpinan musyawarahnya yang secara mutlak. Berikut penjelasannya:

  • Pimpinan Sementara Musyawarah Saka Bhayangkara dipimpin oleh Ketua Dewan Saka Bhayangkara atau anggota Dewan Saka Bhayangkara yang telah mendapat mandat dari Ketua Dewan Saka Bhayangkara.
  • Pimpinan Musyawarah dipilih oleh peserta melalui musyawarah dan mufakat.

Waktu Musyawarah Saka Bhayangkara

Sesuai yang tertulis di dalam buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara“, penjadwalan memanglah sangat penting dalam sebuah organisasi, apalagi sudah menyangkut musyawarah dan tujuannya. Jadi, pada intinya Musyawarah Saka Bhayangkara dilaksanakan 1 (satu) bulan sebelum berakhirnya masa bakti Dewan Saka Bhayangkara.

Rapat Saka Bhayangkara

Rapat Kerja

  • Rapat Kerja Saka Bhayangkara dihadiri oleh Dewan Saka Bhayangkara, Pemimpin Krida, Wakil Pemimpin Krida,
  • Pamong Saka Bhayangkara, Instruktur Saka Bhayangkara, Majelis Pembimbing (Mabi) Saka Bhayangkara dengan
  • mengundang Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Cabang sebagai nara sumber.
  • Rapat Kerja Saka Bhayangkara dipimpin oleh Dewan Saka Bhayangkara.
  • Rapat Kerja Saka Bhayangkara membahas :
  1. Laporan pelaksanaan Program Kerja tahun lalu;
  2. Laporan pertanggungjawaban keuangan;
  3. Evaluasi;
  4. Program Kerja tahun mendatang.
  • Hasil Rapat Kerja Saka Bhayangkara dilaporkan Kepada Pimpinan Saka, selanjutnya oleh Pimpinan Saka diajukan kepada Kwartirnya sebagai usulan kegiatan Saka Bhayangkara untuk mendapatkan pengesahan sebagai Program Kwartir yang bersangkutan.

Rapat Koordinasi

Sesuai yang tertulis di dalam buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara“, pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Nasional dan/atau Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Daerah secara berkala menyelenggarakan Rapat Koordinasi untuk membahas kinerja, kegiatan dan pengembangan Saka Bhayangkara.

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa sebuah musyawarah maupun rapat perlu diperhatikan efisien waktunya, alur hingga tercapainya sebuah tujuan, serta produktivitas yang dilakukan di dalamnya.

Sekian yang dapat penulis sampaikan. Pada intinya, Saka Bhayangkara perlu penekanan musyawarah dan rapat yang sehat sehingga hati yang lapang dada ada dalam setiap anggotanya. Maka dari itulah dibiasakan musyawarah maupun rapat dalam sangga sejak mengikuti Gerakan  Pramuka.

Salam Pramuka!

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close