Saka Bhayangkara

Dewan Saka dan Dewan Kehormatan Saka Bhayangkara

Apakah Dewan Saka dan Dewan Kehormatan Saka?

HAI…Kembali lagi dengan Kanal Pramuka. Disini anda bisa menemukan apapun tentang kepramukaan.

Sebelumnya, apakah anda sudah tahu apa itu arti Dewan? Dewan adalah mereka yang mengatur saka dan terdiri dari krida dan wakilnya. Peran Dewan sangat penting karena merekalah yang akan menaungi perkembangan para anggota serta kehormatan dalam mencapai tahap-tahap selanjutnya dalam kepramukaan.

Nah, kali ini penulis akan menjelaskan mengenai Dewan Saka maupun Dewan Kehormatan Saka. Keduanya sangat mempengaruhi perkembangan para anggota dalam mengembangkan kemampuan dan mentalnya. Yuk, kita simak bersama.

1. Dewan Saka

Menurut buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara”, Dewan Saka disini memiliki susunan dan fungsi yaitu:
  1. Dewan Saka Bhayangkara terdiri atas Ketua, Sekretaris, Bendahara dan beberapa anggota yang berasal dari anggota Saka Bhayangkara dan dipilih oleh anggota Saka Bhayangkara melalui Musyawarah Saka Bhayangkara.
  2. Pada hakekatnya fungsi Dewan Saka Bhayangkara sama dengan Dewan Ambalan Penegak atau Dewan Racana Pandega.
  3. Dewan Saka Bhayangkara bertanggungjawab atas perencanaan dan pelaksanaan kegiatan Saka Bhayangkara sehari-hari.
  4. Masa bakti Dewan Saka Bhayangkara 2 (dua) tahun dan dapat dipilih kembali untuk masa bakti berikutnya, sebanyak-banyaknya untuk 2 (dua) kali masa bakti.

Begitulah susunan Dewan Saka Bhayangkara yang memiliki fungsi masing-masing untuk dikerjakan agar setiap kegiatan yang terkait dengan organisasi tersebut berjalan dengan lancar.

Disamping itu, Dewan Saka memiliki beberapa syarat yang harus dilakukan. Jadi, bukan hanya anggota saja yang memiliki syarat di dalamnya. Menurut buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka” pun menyebutkan syarat menjadi Dewan Saka diantaranya:
  1. Memenuhi syarat-syarat anggota Saka Bhayangkara.
  2. Sedikitnya telah aktif dalam Saka Bhayangkara selama 6 (enam) bulan.
  3. Memiliki bakat kepemimpinan yang baik dan pengetahuan serta pengalaman yang memadai.

Kesimpulan dari syarat diatas yaitu menitikberatkan pada kepemimpinan. Memang benar, pemimpin bukanlah hal yang main-main untuk dilakukan, baik hanya dapat memerintah saja atau hal lainnya yang menyelewengkan kewenangan anggotanya.

Tetapi menjadi pemimpin adalah hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan secara sungguh-sungguh karena merekalah yang bertanggung jawab dalam perkembangan organisasi Saka Bhayangkara, termasuk dengan anggotanya.

Selanjutnya adalah kewajiban menjadi Dewan Saka Bhayangkara . Berdasarkan buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara”, kewajiban tersebut diantaranya:
  1. Memimpin dan melaksanakan kegiatan Saka Bhayangkara secara berdaya guna dan tepat guna dengan penuh tanggung jawab, sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan di bawah bimbingan Pamong Saka Bhayangkara.
  2. Menjadi motor penggerak dalam pemikiran, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian kegiatan Saka Bhayangkara.
  3. Melaksanakan pertemuan Dewan Saka Bhayangkara sesuai dengan kepentingan.
  4. Melaksanakan kebijakan kwartir ranting/kwartir cabang dalam bidang Saka Bhayangkara.
  5. Menjaga, memelihara, dan menumbuhkan citra yang baik tentang Saka Bhayangkara di kalangan masyarakat.
  6. Memelihara dan meningkatkan hubungan baik dengan:
  • Pamong Saka Bhayangkara;
  • Instruktur Saka Bhayangkara;
  • Mabi (Majelis Pembimbing) Saka Bhayangkara; Mabi berasal dari pemerintahan guna menjaga bimbingan perkembangan anggotanya
  • Gudep tempat para anggota Saka Bhayangkara bergabung;
  • Pengurus/Andalan Kwartir;
  • Dewan Kerja Ranting dan Dewan Kerja Cabang.

7. Dengan bantuan Mabi Saka dan Pamong Saka Bhayangkara, mengusahakan tenaga ahli atau tokoh masyarakat yang berpengetahuan atau berpengalaman untuk dijadikan instruktur dalam suatu bidang yang diperlukan.

8.Memberikan laporan berkala tentang jumlah anggota dan pelaksanaan kegiatan Saka Bhayangkara kepada kwartir melalui Pamong dan Pimpinan Saka Bhayangkara.

Demikian penjelasan mengenai Dewan Saka Bhayangkara. Selanjutnya adalah materi mengenai Dewan Kehormatan Saka Bhayangkara.

2. Dewan Kehormatan Saka Bhayangkara

Dewan Kehormatan Saka Bhayangkara menurut buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara”¬†adalah badan yang dibentuk oleh Saka Bhayangkara untuk menyelesaikan hal-hal tertentu yang menyangkut nama baik seorang anggota Saka Bhayangkara serta menyusun data yang diperlukan untuk pengusulan pemberian anugerah atau tanda penghargaan kepada anggota Saka Bhayangkara.

Jadi, perlu diperhatikan baik anggota Saka Bhayangkara maupun organisasi Saka Bhayangkara perlu dijaga nama baiknya guna memperlancar kegiatan lebih maju ke tahap-tahap berikutnya.

Dewan Kehormatan Saka adalah peran penting sebelum Dewan Saka. Maka dari itu ada saja sidang yang harus dijalankan oleh Dewan Kehormatan Saka.

Menurut buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara”, Dewan Kehormatan Saka Bhayangkara bersidang karena adanya:
  1. Pelanggaran terhadap isi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, ketentuan-ketentuan Saka Bhayangkara, disiplin dan kehormatan Saka Bhayangkara yang dilakukan oleh anggota Saka Bhayangkara, Dewan Saka Bhayangkara, dan Pemimpin Krida.
  2. Pernyataan keberatan dan membela diri dari Anggota Saka Bhayangkara yang dianggap melanggar Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan ketentuan Gerakan Pramuka.
  3. Pernyataan merehabilitasi anggota Saka Bhayangkara yang terkena sanksi.
  4. Pengusulan pemberian anugerah atau penghargaan bagi yang berprestasi.

Disamping itu, Dewan Kehormatan Saka dapat memutuskan pemberian sanksi kepada anggotanya karena alasan tertentu, seperti yang tertulis dalam buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara“. Berikut penjelasannya.

Dewan Kehormatan Saka Bhayangkara memutuskan pemberian sanksi dalam bentuk:
  1. Pemberhentian sementara.
  2. Pemberhentian dari keanggotaan Saka Bhayangkara, sekaligus pengembalian yang bersangkutan ke Gugusdepannya.

Sanksi ini diberikan mungkin karena adanya kesalahan atau penyelewengan hak dan kewajiban yang berlaku diantara anggota Saka Bhayangkara bahkan dewannya.

Selanjutnya, penulis akan menjelaskan susunan Dewan Kehormatan Saka Bhayangkara. Mereka yang tersusun sangat berperan penting dalam setiap kegiatan produktivitas maupun lainnya yang terkait dalam organisasi.

Berdasarkan buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara”, Dewan Kehormatan Saka Bhayangkara terdiri atas:
  1. Seorang Pamong Saka Bhayangkara sebagai Ketua;
  2. Seorang Instruktur Saka Bhayangkara sebagai Sekretaris;
  3. Seorang Dewan Saka Bhayangkara sebagai Anggota;
  4. Seorang Pemimpin Krida sebagai Anggota.
Sedangkan kegiatan yang tertulis dalam buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara” yaitu:

Dewan Kehormatan Saka Bhayangkara memberi laporan tentang keputusan yang diambilnya kepada Ketua Gudep anggota Saka Bhayangkara yang bersangkutan, Ketua Kwartir ranting, Ketua Kwartir Cabang dan Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara (Mabi Saka Bhayangkara ) melalui Pamong Saka Bhayangkara.

Oleh karena itu, baik dewan bahkan para anggotanya harus berperan aktif karena setiap perseorangan memiliki hak dan kewajiban masing-masing. Tanpa jurnal yang jelas, bisa jadi organisasi Saka Bhayangkara yang dijelaskan malah memberikan dampak negatif bagi pertahanan negara. Salam Pramuka!

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close