Saka Bhayangkara

Administrasi dan Sanggar Bakti Saka Bhayangkara

HAI…Kembali lagi dengan Kanal Pramuka. Disini anda bisa menemukan apapun tentang kepramukaan.

Seperti Gerakan Pramuka pada umumnya, membayar uang kas sebagai penunjang sarana dan prasarana memanglah sangat penting di setiap sangganya. Begitu pun dalam Saka Bhayangkara. Dan kali ini penulis akan menjelaskan kepada anda administrasi dan sanggar bakti dalam Saka Bhayangkara. Seperti apakah itu? Mari kita simak bersama.

Administrasi

Seperti yang kita ketahui, pada umumnya administrasi adalah kegiatan mencatat keuangan, data-data, maupun lainnya yang akan diarsipkan. Biasanya ini terjadi di perkantoran. Namun, dalam Saka Bhayangkara pun terdapat administrasi yang menjadi media mencapai tujuan bersama. Berikut penjelasannya.

Administrasi Saka Bhayangkara

Sesuai yang tertulis di dalam buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara“, administrasi Saka Bhayangkara adalah sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan administrasi Saka Bhayangkara berpedoman pada petunjuk penyelenggaraan sistem administrasi dalam Gerakan Pramuka yang mencakup Sistem Administrasi Kwartir (Sismintir) dan Sistem Administrasi Satuan (Sisminsat).
  2. Pimpinan Saka Bhayangkara dapat membuat stempel dan kop surat Saka Bhayangkara atas persetujuan dari kwartir yang bersangkutan dan menyelenggarakan administrasi surat-menyurat.

Sumber Dana

Dana yang diperoleh bisa berasal dari beberapa sumber. Baik dari anggotanya, krida, maupun pimpinan yang terkait dan melakukan iuran untuk mendapatkannya. Dana yang digunakan untuk membiayai kegiatan Saka Bhayangkara menurut buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara” dapat diperoleh dari:

  1. Iuran Saka Bhayangkara yang besarnya ditetapkan dalam Musyawarah Saka Bhayangkara.
  2. APBN dan APBD.
  3. Bantuan dari Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara yang bersangkutan, Kwartir, Pimpinan Saka Bhayangkara yang bersangkutan dan instansi terkait.
  4. Sumbangan dari masyarakat yang tidak mengikat.
  5. Sumber lain yang tidak bertentangan dengan Undang-Undang Gerakan Pramuka, Peraturan perundang-undangan yang berlaku dan, AD/ART Gerakan Pramuka.
  6. Usaha dana, badan usaha yang dimiliki Saka Bhayangkara.

Laporan Pertanggungjawaban

Setelah melakukan administrasi, tentu diwajibkan adanya laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas apa yang sudah dikerjakan pihak tertentu yang mengurus administrasi Saka Bhayangkara. Hal yang dilaporkan bisa jadi seperti pemindahan keuangan, kas yang masuk dan keluar, dan masih banyak lagi hal-hal yang bisa menjadi bahan laporan tersebut. Laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dana disampaikan kepada :

  1. Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara yang bersangkutan;
  2. Kwartir yang bersangkutan.
  3. Pimpinan Saka Bhayangkara yang bersangkutan.
  4. Musyawarah Saka Bhayangkara dan/atau Rapat Kerja Saka Bhayangkara; e. Para donatur.

 Sanggar Bakti

Sanggar bakti adalah salah satu sarana dalam Saka Bhayangkara yang biasanya digunakan sebagai tempat latihan dan pengembangan diri dalam Saka Bhayangkara. Disana tentunya produktivitas Saka Bhayangkara sering terjadi sehingga para anggota maupun pimpinan harus sungguh-sungguh dalam menjalani setiap kegiatan yang terjadi disana. Berikut penjelasan mengenai sanggar bakti Saka Bhayangkara menurut buku “Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara” yaitu:

  1. Untuk pertemuan, kegiatan, latihan, pangkalan untuk melaksanakan bakti dan tempat penyimpanan inventaris dan dokumentasi, perlu adanya sarana yaitu Sanggar Bakti Saka Bhayangkara.
  2. Sanggar Bakti Saka Bhayangkara adalah tempat yang digunakan oleh anggota-anggota Saka Bhayangkara untuk mengadakan kegiatan dan/atau pertemuan Saka Bhayangkara

Begitulah kegiatan administrasi maupun penjelasan mengenai sanggar bakti dalam Saka Bhayangkara. Tentunya setiap aktivitas yang dilakukan dalam penjelasan diatas akan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Misalnya, dalam aktivitas administrasi Saka Bhayangkara mencapai tujuan yaitu mendapat kas masuk dengan lancar tanpa adanya hambatan. Sedangkan sanggar bakti tujuannya adalah meningkatkan produktivitas para anggota maupun pimpinan yang ada di dalamnya.

Kesimpulannya, setiap kegiatan yang ada dalam Saka Bhayangkara tentunya harus memiliki tujuan tertentu sebagai dasar dan pedoman di dalam setiap kegiatannya. Ini pula menunjukkan bahwa Saka Bhayangkara adalah organisasi formal yang sangat penting untuk dijalankan. Salam Pramuka!

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close